Bedah Al-Qurthubi
Pembaca pasti banyak yang pernah melihat singa. Binatang buas ini terkadang memangsa manusia. Qurthubi menulis, “Mantan putra menantu nabi yang bernama Utbah, pernah bersumpah akan mencaci maki nabi SAW dan berakhir dengan disergap dan dimangsa singa jantan: تفسير القرطبي - (ج 17 / ص 83).”
عن عروة ابن الزبير رضي الله عنهما أن عتبة ابن أبي لهب وكان تحته بنت رسول الله صلى الله عليه وسلم أراد الخروج إلى الشام فقال: لآتين محمدا فلا وذينه، فأتاه فقال: يا محمد هو كافر بالنجم إذا هوى، وبالذي دنا فتدلى ثم تفل في وجه رسول الله صلى الله عليه وسلم، ورد عليه ابنته وطلقها، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (اللهم سلط عليه كلبا من كلابك) وكان أبو طالب حاضرا فوجم لها وقال: ما كان أغناك يا بن أخي عن هذه الدعوة، فرجع عتبة إلى أبيه فأخبره، ثم خرجوا إلى الشام، فنزلوا منزلا، فأشرف عليهم راهب من الدير فقال لهم: إن هذه أرض مسبعة فقال أبو لهب لاصحابه: أغيثونا يا معشر قريش هذه الليلة ! فإني أخاف على ابني من دعوة محمد، فجمعوا جمالهم وأناخوها حولهم، وأحدقوا بعتبة، فجاء الاسد يتشمم وجوههم حتى ضرب عتبة فقتله.
Artinya:
Dari Urwah ibnu Azzubair (عروة ابن الزبير) RA: “Sesunguhnya Utbah bin Abi Lahab (عتبة ابن أبي لهب) yang pernah memperistri putri Rasulillah SAW, pernah akan pergi menuju Syam. Sebelum pergi, dia berkata ‘niscaya saya akan datang untuk mencaci-maki Muhammad!’. Dia datang dan berkata ‘ya Muhamad! Dia mengkufuri annajmi idzaa hawa (artinya bintang ketika turun, namun maksudnya, nabi SAW turun dari mikroj dari langit). Dan tentang yang danaa fatadallaa (artinya mendekat untuk meraih. Maksudnya Jibril AS mendekat untuk meraih nabi SAW)’. Lalu meludahi wajah Rasulillah SAW, mengembalikan, dan mentalak putri Rasulillah SAW.
Rasulillah SAW berdoa ‘ya Allah! Suruhlah sebagian dari anjing-anjing-Mu agar menyerang dia!’. Abu Lahab yang saat itu berada di rumah, terkejut dengan mata melotot, karena tahu mengenai doa tersebut. Dan berkata ‘apa yang akan menghalang-halangi doa dia SAW atasmu ini?’. Utbah kembali pada ayahnya untuk menjelaskan mengenai dirinya yang telah mencaci-maki hingga nabi SAW mendoakan jelek dirinya.
Lalu Utbah dan rombongannya pergi ke-Syam. Mereka berhenti di suatu tempat. Tiba-tiba seorang rahib muncul dari biaranya untuk berkata ‘di sini tempat binatang-binatang buas!’. Abu Lahab berkata ‘hai keluarga Quraisy! Jagalah kami semalam ini! Saya takut doa Muhammad atas anaku menjadi kenyataan!’.
Rombongan mengumpulkan unta-unta mereka untuk didekamkan mengelilingi keluarga Abu Lahab. Yang mereka jaga dengan ketat adalah Utbah. Tiba-tiba singa jantan datang untuk mencium wajah-wajah mereka. (Mereka makin ketakutan saat melihat) Utbah digigit dan diserang oleh singa jantan tersebut, hingga tewas.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar